3 Tools Alternatif Pengganti Docker

Dalam membangun aplikasi, para developer memerlukan lingkungan (environment) berbeda, seperti local, development, staging, testing dan production. Tak jarang, aplikasi yang dibuat tidak berjalan sebagaimana mestinya saat diletakan di environment yang berbeda karena setiap environment memiliki komponen dan software yang berbeda pula. Masalah ini dapat di atasi dengan meng-containerized aplikasi.

Meng-containerized aplikasi berarti aplikasi dikemas di container bersama dengan kode, runtime, system library dan binaries, serta konfigurasinya. Dengan begitu, aplikasi dapat berjalan dan kompatibel dengan berbagai environment, bahkan multi-cloud sekalipun. Ada beberapa tool yang dapat digunakan untuk mengelola dan menjalankan container. Salah satu tool yang paling banyak digunakan adalah docker daemon dan docker command.

Namun, dalam menggunakan docker daemon, semua komponen mulai dari docker images, kernel hingga container sangat bergantung pada platform tersebut, sehingga apabila eror terjadi, bisa mengakibatkan semua komponen mati total. Hal ini terkadang membuat para developer kerepotan. Maka dari itu, terdapat tiga tools alternatif yang dapat dipilih untuk menjadi  pengganti docker. Ketiga tools berikut tidak bergantung pada docker daemon untuk beroperasi:

  • Podman

Podman adalah container engine yang lengkap untuk menjalankan, mengelola, dan men-debug container yang mematuhi standar Open Container Initiative (OCI). Dengan Podman, para developer dapat mengelola container tanpa menggunakan daemon. Podman juga memiliki command-line interface (CLI) yang kompatibel dengan docker serta pengintegrasian yang lebih baik dengan systemd. Podman memudahkan para developer untuk mencari, menjalankan, dan membagikan container.

  • Skopeo

Skopeo adalah tool dan library yang komprehensif untuk menginspeksi, menandai (signing), dan mentransfer container images. Dengan Skopeo, para developer dapat menginspeksi, memverifikasi, dan menandai image manifest tanpa mengandalkan docker daemon dan docker command. Selain itu, para developer juga bisa memindahkan container yang tersimpan di registry berbeda, termasuk Docker Registry.

  • Buildah

Buildah memungkinkan Anda untuk membangun dan memodifikasi container tanpa menggunakan daemon ataupun docker. Buildah akan tetap memakai workflow dockerfile yang sudah ada, tetapi memberikan para developer kontrol perihal image, layers, konten, dan commits. Buildah juga mengecilkan ukuran container image dengan menggunakan tools dari container host.

Ketiga tools di atas hadir di Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 8, sebuah platform untuk mengembangkan dan mengelola aplikasi yang di-containerized secara efisien dan aman. Bagi perusahaan di Indonesia, RHEL 8 bisa didapatkan melalui i3, value-added TI yang telah dipilih Red Hat untuk menjadi distributor dan pusat pelatihan bagi sertifikasi Red Hat di Indonesia.

Tentang i3

PT. Inovasi Informatika Indonesia (i3) dikenal sebagai perusahaan penyedia solusi dan layanan TI yang berfokus pada Open Source, Security, Big Data dan Cloud bagi bisnis. i3 menyediakan layanan TI yang komprehensif, meliputi konsultasi, migrasi dan implementasi, pelatihan, troubleshooting, dan managed services. Untuk informasi lebih lanjut perihal layanan dan solusi yang ditawarkan, Anda dapat menghubungi kami melalui info@i-3.co.id.