PostgreSQL Performance Tuning untuk Tingkatkan Kinerja Manajemen Database

PostgreSQL adalah sebuah sistem manajemen database open source yang dibuat dengan konfigurasi dasar yang dapat diperluas dan disesuaikan untuk kompatibilitas kerja dengan membiarkan pengguna membuat dan menentukan tipe data sendiri dan menambahkan fungsi menggunakan berbagai bahasa pemrograman yang Anda inginkan seperti C / C ++, Java, dll. Meskipun PostgreSQL memberikan banyak optimasi untuk workload Anda yang terus bertambah, ada satu hal yang harus Anda lakukan agar penggunaan salah satu manajemen database ini dapat terus berjalan secara efektif, yaitu melakukan performance tuning pada database PostgreSQL.

PostgreSQL Performance Tuning adalah sejumlah aktifitas yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja sebuah database PostgreSQL. Aktifitas performance tuning ini meliputi banyak aspek, mulai dari software hingga hardware, antara lain I/O Tuning, Query Tuning, dan Database maintenance. Selain untuk mempertahankan kinerja manajemen database saat workload terus meningkat, beberapa alasan database administrator harus melakukan performance tuning adalah:

  • Scalability Analysis
    Performance tuning membantu database administrator menganalisis headroom yang tersedia di perangkat keras yang Anda miliki.
  • Capacity Planning
    Performance tuning berperan dalam melakukan tolak ukur throughput maksimum yang dicapai oleh database.
  • Performance Degradation
    Tanpa melakukan performance tuning, kinerja database dan aplikasi yang sering Anda gunakan akan menurun.
  • Under-Utilized Hardware
    Saat melakukan pengaturan memory pada server database,  Anda mungkin hanya menggunakan sedikit bagian dari memory pada server sehingga penggunaan hardware tidak maksimal dan dapat  menurunkan kinerja.
  • Sub-Optimal Configuration
    Tanpa performance tuning, konfigurasi database dapat mengirimkan throughput lebih rendah dari target yang telah ditentukan.
  • Underperforming Queries
    Proses eksekusi permintaan (insert & update) yang dilakukan pengguna  dapat berjalan dengan sangat lambat sehingga menurunkan kinerja.

Untuk melakukan performance tuning pada PostgreSQL dengan skala bisnis, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh database administrator untuk mengoptimalkan database manajemen Anda:

  • Database Configuration Tuning
    Database administrator akan menganalisis parameter konfigurasi database PostgreSQL dan merekomendasikan konfigurasi optimal sesuai dengan workload Anda.
  • Index Analysis
    Database administrator akan menganalisis indeks Anda dan menyarankan berbagai optimasi dan merekomendasikan penambahan atau penghapusan indeks sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.
  • Table Partition Analysis
    Partisi tabel merupakan hal yang sangat penting dalam manajemen data karena dapat memaksimalkan efisiensi saat mengakses data. Database administrator akan menganalisis dan merekomendasikan penambahan atau penghapusan partisi berdasarkan workload Anda.
  • Hardware Usage Analysis
    Database administrator akan mempelajari konfigurasi hardware Anda dan merekomendasikan beberapa perubahan untuk memastikan bahwa pemanfaatan daya digunakan pada hardware Anda secara penuh.
  • Connection Pooling Review
    Banyak pengguna dan aplikasi yang akan terhubung ke database, untuk itu database administrator harus meninjau strategi connection pooling untuk memastikan bahwa koneksi dapat bekerja secara optimal pada beberapa keperluan tertentu.
  • Analysis of Slow Running Queries
    Jika terdapat permintaan yang berjalan lambat, database administrator akan melakukan identifikasi dan melakukan peningkatan layanan yang sesuai.
  • Operating System Configuration Tuning
    Database administrator harus menyesuaikan parameter konfigurasi pada OS  hardware yang dihosting sesuai dengan workload Anda.
  • Storage Partition Analysis
    Disk storage partition juga memiliki peran penting dalam kinerja setiap software host di OS. Database administrator harus memeriksa partisi yang ada dan memberikan rekomendasi bagaimana konfigurasi dan struktur yang tepat agar dapat meningkatkan efisiensi pemrosesan.

Selain cara-cara di atas, performance tuning PostgreSQL menggunakan parameter memori juga menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja manajemen database yang Anda miliki. Ada beberapa parameter penting yang direkomendasikan untuk manajemen memori di PostgreSQL:

  1. Shared_bufferes:
    Parameter ini menentukan jumlah memori yang digunakan untuk buffer memori yang dapat diakses secara bersamaan dan menentukan berapa banyak memori yang didedikasikan oleh server untuk caching data. Nilai default shared_buffers biasanya 128 megabyte (128MB).
  1. Work_mem:
    Parameter ini menentukan jumlah memori yang akan digunakan oleh operasi sortir internal dan hash table sebelum dimasukkan ke file disk sementara (temporary disk files). Jika banyak kerumitan terjadi, dan Anda masih memiliki cukup memori, maka meningkatkan parameter work_mem memungkinkan PostgreSQL melakukan sortir in-memory lebih besar dan lebih cepat daripada memori berbasis disk.
  1. Effective_cache_size:
    Parameter ini menentukan berapa banyak memori yang tersedia untuk caching disk dan yang digunakan oleh operasi pemeliharaan seperti VACUUM, CREATE INDEX, dan ALTER TABLE ADD FOREIGN KEY dalam sistem operasi dan di dalam database itu sendiri.
  1. Temp_buffers:
    Parameter ini menetapkan jumlah maksimum buffer sementara yang digunakan oleh setiap sesi database. Database PostgreSQL menggunakan area memori ini untuk menyimpan tabel sementara pada setiap sesi yang kemudian akan dihapus ketika koneksi ditutup.

Memahami pentingnya melakukan performance tuning dan menentukan parameter yang tepat pada manajemen database, dapat membantu Anda meningkatkan kinerja database perusahaan Anda saat workload yang terus bertambah. i3, sebagai salah satu IT service terpercaya di Indonesia, akan membantu Anda memastikan bahwa proses performance tuning pada database PostgreSQL dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan workload dan meningkatkan kinerja manajemen database Anda.

Tentang i3:
Inovasi Informatika Indonesia (i3) membantu profesional TI Indonesia dalam mencapai potensi terbaiknya. Kami menyelenggarakan pelatihan teknologi dari berbagai principal terkemuka seperti CompTIA, ECCouncil, EMC, Oracle, RedHat, dan VMware. Selain itu, i3 juga menawarkan jasa IT service di 4 bidang utama keahlian: Open Source, Virtualisasi, Database, dan IT Security. Semua training dan service ditangani oleh instruktur dan konsultan yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi internasional. Informasi lebih lanjut tentang lengkap jadwal pelatihan dan layanan IT silahkan hubungi kami melalui info@i-3.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *