Tingkatkan Keterampilan Membuat Aplikasi yang Aman dengan Pelatihan Certified Application Security Engineer (CASE)

Berdasarkan penelitian, pada tahun 2018 diperkirakan terdapat lebih dari 205 juta aplikasi didownload di seluruh dunia. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun 2017 yaitu sebanyak lebih dari 170 juta aplikasi didownload di seluruh dunia. Salah satu alasan meningkatnya jumlah aplikasi yang didownload adalah aplikasi memiliki fungsi utama yaitu untuk mempermudah berbagai pekerjaan manusia dimulai dari pekerjaan sederhana hingga yang rumit. Pada bisnis, untuk mempermudah pekerjaan seluruh karyawan dan meningkatkan efisiensi, banyak perusahaan telah membangun aplikasi sendiri.

 

Untuk mempercepat proses pembuatan aplikasi customized namun tetap dengan biaya yang rendah, kini perusahaan mulai merekrut in-house software developer untuk membuat aplikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasi bisnis mereka. Namun, saat membangun sebuah aplikasi, kebanyakan software developer cenderung mengutamakan fitur serta fungsionalitas dan seringkali menempatkan sisi keamanan aplikasi sebagai prioritas nomor dua.

 

Padahal, mengamankan aplikasi-aplikasi yang krusial merupakan hal yang penting bagi perusahaan, terutama untuk menghindari aplikasi mengalami serangan dari berbagai cyberattack seperti distributed denial of service (DDoS), atau kerentanan seperti SQL Injection, XSS, Broken Session Management, dan lain-lain. Untuk menjawab kebutuhan perusahaan dalam membangun aplikasi yang aman, PT Inovasi Informatika Indonesia menawarkan pelatihan Certified Application Security Engineer (CASE) yang disediakan oleh EC-Council bagi para developer aplikasi untuk menguji keterampilan dalam keamanan dan pengetahuan yang diperlukan selama proses software development life cycle (SDLC).

Pada pelatihan CASE, EC-Council menawarkan para software developer materi yang sangat lengkap. Software developer akan mempelajari bagaimana menentukan, memelihara, dan menegakkan praktik keamanan terbaik pada aplikasi seperti mempelajari teknologi security scanning terhadap aplikasi, mengikuti standar pembuatan kode program yang aman, membuat proses peninjauan terhadap kode program yang merupakan bagian dari proses development, melakukan pengujian keamanan pada aplikasi web untuk menilai kerentanannya, dan lain-lain.

Melalui program pelatihan paling komprehensif, para pengembang aplikasi dapat menguasai berbagai teknik keamanan aplikasi seperti validasi input, praktik pengkodean defensif, otentikasi dan otorisasi, serangan kriptografi, teknik penanganan kesalahan, teknik manajemen session, dan lain-lain. CASE juga menyediakan dua bahasa pemrograman yaitu .NET dan Java, sehingga peserta pelatihan dapat memilih bahasa pemrograman yang mereka kuasai. Selain itu, pelatihan CASE juga mengajarkan metodologi penetration test terbaru sehingga para software developer dapat mengamankan aplikasi mereka dari kerentanan ataupun ancaman yang sering terjadi saat ini.

Tentang i3:

 

Inovasi Informatika Indonesia (i3) membantu profesional TI Indonesia dalam mencapai potensi terbaiknya dengan menyelenggarakan pelatihan teknologi dari beberapa principal terkemuka. Sebagai salah satu authorized partner EC-Council terpercaya di Indonesia, i3 menyediakan berbagai kelas training dan sertifikasi di bidang keamanan (security), mulai dari tingkat fundamental hingga advance. Untuk informasi lebih lengkap mengenai jadwal pelatihan yang tersedia di i3, Anda dapat mengunjungi i-3.co.id atau hubungi tim i3 melalui info@i-3.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *