Konfigurasi IP Menggunakan NMCLI serta Teamd pada RHEL

Konfigurasi IP (Internet Protocol) bisa menggunakan beberapa cara mulai dari konfigurasi menggunakan GUI (Graphical User Interface) maupun manual dengan mengubah file, serta menggunakan NMTUI (Network Manager Text User Interface), dan NMCLI (Network Manager Command Line Interface). Dan pada kesempatan ini kami akan membahas tentang penggunaan NMCLI, mulai dari perkenalan hingga cara mengkonfigurasinya.

Network Manager merupakan sebuah daemon yang memperhatikan dan mengatur konfigurasi jaringan. Yang di maksud daemon adalah proses yang menunggu inputan atau berjalan di background yang berkerja dalam berbagai tujuan. Konfigurasi pada Network Manager di simpan di dalam folder /etc/sysconfig/network-script/.

Sebelum masuk kedalam konfigurasi dasarnya ada beberapa pemahaman yang perlu di ketahui terlebih dahulu:

# nmcli con show
NAME UUID TYPE DEVICE
Auto Ethernet 9b7f2511-5432-40ae-b091-af2457dfd988 802-3-ethernet —
ens3 fb157a65-ad32-47ed-858c-102a48e064a2 802-3-ethernet ens3
MyWiFi 1451385-4eb8-4080-8b82-720aab8328dd 802-11-wireless wlan0

Hasil diatas merupakan output dari perintah nmcli con show, yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian penting. Pertama yakni pada bagian NAME, bagian NAME merepresentasikan konfigurasi yang digunakan pada interface tertentu. Jadi pada NMCLI bisa mempunyai beberapa konfigurasi untuk 1 interface atau device tetapi hanya 1 konfigurasi saja yang berjalan pada 1 waktu. Hal ini memudahkan untuk berpindah-pindah lingkungan jaringan, hanya dengan mengaktifkan konfigurasi tertentu yang telah dikonfigurasi sebelumnya. Berikutnya device, device merupakan interface jaringan yang digunakan. Seperti konfigurassi MyWifi diatas menggunakan interface wlan0, sedangkan konfigurasi Auto Ethernet tidak mempunyai interface.

– Konfigurasi client secara DHCP
Untuk konfigurasi ip secara DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol ), perintah yang digunakan apabila membuat konfigurasi baru adalah sebagai berikut:

# nmcli connection add con-name connection-name ifname interface-name type ethernet

Contoh:
# nmcli connection add con-name CONTOH1 ifname eth1 type ethernet

Apabila mengubah konfigurasi static menjadi DHCP
# nmcli connection mod connection-name ipv4.method auto

Apabila ingin mengaktifkan konfigurasi
# nmcli con up connection-name

Apabila ingin mematikan konfigurasi
# nmcli con down connection-name

Apabila ingin menjalankan konfigurasi pada saat boot
# nmcli connection mod connection-name connection.autoconnect yes

Dan untuk melihat konfigurasi menggunakan perintah berikut
# nmcli con show connection-name

– Konfigurasi client secara Statis
Untuk konfigurasi ip secara statis, perintah yang digunakan apabila membuat konfigurasi baru adalah sebagai berikut:

# nmcli connection add con-name connection-name ifname interface-name type ethernet ip4 address gw4 address

Contoh, koneksi “CONTOH2” menggunakan interface eth1 dengan jenis interface ethernet yang mempunyai alamat IP 192.168.1.23/24 dengan gateway 192.168.1.1
# nmcli connection add con-name CONTOH2 ifname eth1 type ethernet ip4 192.168.1.23/24 gw4 192.168.1.1

Apabila mengubah konfigurasi yang digunakan menjadi static
# nmcli connection mod connection-name ipv4.method manual

Apabila ingin mengubah konfigurasi IP
# nmcli con mod connection-name ipv4.adresses address

Apabila ingin menambah alamat pada konfigurasi
# nmcli con mod connection-name +ipv4.adresses address

Apabila ingin mengaktifkan konfigurasi
# nmcli con up connection-name

Apabila ingin mematikan konfigurasi
# nmcli con down connection-name

Apabila ingin menjalankan konfigurasi pada saat boot
# nmcli connection mod connection-name connection.autoconnect yes

Dan untuk melihat konfigurasi menggunakan perintah berikut
# nmcli con show connection-name

Dua sub bagian diatas merupakan konfigurasi dasar dari nmcli. Berikut akan masuk kedalam konfigurasi dasar pada teaming, yakni menggabungkan interface secara logikal sehingga bisa untuk failover ataupun throughput lebih tinggi.

Pada RHEL 7 untuk menggabungkan interface menggunakan daemon teamd. Pada kernel mengatur paket yang mengalir pada jaringan dan teamd mengatur logik serta interface prosesnya. Dan terdapat runners yang berfungsi mengatur jenis pengaturan interface pada penggabungan. Dan berikut merupakan beberapa jenis runner yang tersedia di teamd.

  • broadcast : mengirimkan paket semua port.
  • roundrobin : mengirimkan paket secara round-robin untuk tiap port.
  • activebackup : runner dengan konfigurasi failover, jika interface utama mati maka interface yang aktif akan pindah ke yang lain.
  • loadbalance : mengatur pengiriman paket seimbang tiap interface yang digunakan.
  • lacp : menggunakan link agregasi 802.3ad.

Tahap membuat jaringan team adalah sebagai berikut.

1. Membuat interface team
# nmcli con add type team con-name team1 ifname team1 config ‘{“runner” :
{“name” : “activebackup” }}’

Konfigurasi jenis runner dapat diganti menjadi broadcast, roundrobin, loadbalance, loadbalance atau lacp.

2. Menentukan atribut ipv4 atau ipv6 dari team interface
Contoh, menggunakan konfigurasi statis dengan ip sebagai berikut.
# nmcli con mod team1 ipv4.addresses 192.168.1.26/24
# nmcli connection mod team1 ipv4.method manual

3. Mengatur interface yang tergabung didalam team tersebut
# nmcli con add type team-slave con-name team1-eth1 ifname eth1 master team1
# nmcli con add type team-slave con-name team1-eth2 ifname eth2 master team1

4. Mengaktifkan dan mematikan interface dan team
Untuk melihat interface serta jenis pada konfigurasi team

# teamdctl team1 state
Akan mengeluarkan output seperti berikut:
setup :
runner : activebackup
ports :
eth1
link watches :
Link summary: up
instance[link_watch_0] :
name: ethtool
link : up

eth2
Link watches :
link summary: up
instance[link_watch_0] :
name : ethtool
link : up
runner :
I active port : eth1

# nmcli dev dis eth1
# nmcli con up team1-eth1

Berikutnya akan diperlihatkan cara konfigurasi dasar dari bridging pada eth1 yang dimaksud dengan bridging adalah meneruskan paket antara jaringan dengan berdasarkan alamat MAC.

Sama seperti langkah -langkah pada teaming

1. Membuat interface bridging
# nmcli con add type bridge con-name br1 ifname br1

2. Menentukan atribut ipv4 atau ipv6 dari team interface
# nmcli con mod br1 ipv4.addresses 192.168.2.5/24
# nmcli con mod br1 ipv4.method manual
3. Mengatur interface yang tergabung didalam team tersebut
# nmcli con add type bridge-slave con-name br1-port1 ifname eth1 master br1

Untuk melihat status bridge bisa menggunakan
# brctl show

Sekian artikel tentang NMCLI, teaming serta bridnging. Semoga ilmunya bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *