Query SQL Terasa Lama? Implementasikan Index pada Database Anda!

Hal yang sering disebutkan untuk meningkatkan performa dari database adalah INDEX. Apa sih sebenarnya index dalam dunia database? Pada artikel kali ini, i3 akan mengupas tuntas mengenai index.

Bagi yang gemar membaca pasti sudah tidak asing lagi dengan index pada buku. Dengan index, kita dapat dengan mudah menemukan suatu topik pada buku yang sedang kita baca. Tujuan adanya indeks dalam database antara lain adalah untuk mempercepat pencarian data berdasarkan kolom tertentu.

Index adalah sebuah objek dalam sistem database yang dapat mempercepat proses pencarian (query) data. Saat database dibuat tanpa menggunakan index, maka kinerja server database dapat menurun secara drastis. Hal ini dikarenakan resource CPU banyak digunakan untuk pencarian data atau pengaksesan query SQL dengan metode table-scan. Index membuat pencarian data akan lebih cepat dan tidak banyak menghabiskan resource CPU.

Index merupakan objek struktur data tersendiri yang tidak bergantung kepada struktur tabel. Setiap index terdiri dari nilai kolom dan penunjuk (atau ROWID) ke baris yang berisi nilai tersebut. Penunjuk tersebut secara langsung menunjuk ke baris yang tepat pada tabel, sehingga menghindari terjadinya full table-scan. Akan tetapi lebih banyak index pada tabel tidak berarti akan mempercepat query. Semakin banyak index pada suatu tabel menyebabkan kelambatan pemrosesan perintah-perintah DML (Data Manipulation Language), karena setiap terjadi perubahan data maka index juga harus disesuaikan.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa index diperlukan:

  1. Kolom sering digunakan dalam klausa WHERE atau dalam kondisi join
  2. Kolom berisi nilai dengan jangkauan yang luas
  3. Kolom berisi banyak nilai null
  4. Tabel berukuran besar dan sebagian besar query menampilkan data kurang dari 2-4%

Perlu kita perhatikan bahwa terdapat beberapa kondisi dimana tidak diperlukan kehadiran index, yaitu ketika:

  1. Table kecil
  2. Kolom tidak sering digunakan sebagai kondisi dalam query
  3. Kebanyakan query menampilkan data lebih dari 2-4% dari seluruh data
  4. Table sering di-update

Mari kita coba buktikan performa database jika menggunakan index. Saya memiliki tabel DATA_PASIEN yang tidak memiliki index dan dengan jumlah record sebanyak 15 juta, seperti terlihat pada gambar:

index-pada-database-inovasi-informatika-indonesia

Coba kita lakukan query pada tabel tersebut:

index-pada-database-inovasi-informatika-indonesia-2

Bisa kita lihat bahwa untuk mengeksekusi query tersebut, diperlukan 18.332 detik. Kemudian saya tambahkan index pada tabel tersebut:

index-pada-database-inovasi-informatika-indonesia-3

Setelah ditambahkan index, mari kita eksekusi query yang sama untuk tabelnya:

index-pada-database-inovasi-informatika-indonesia-4

Menakjubkan bukan? Dengan hanya menambahkan index, kecepatan query bisa memangkas waktu eksekusi sampai 90%.

 

Database oracle mampu mendukung beberapa tipe index yaitu:

  1. B-Tree

Suatu B-tree adalah tipe standar dari index yang tersedia pada Oracle, dan sangat berguna pada saat memilih row yang sesuai dengan kriteria tertentu. Index jenis ini bisa dibuat dengan perintah CREATE INDEX. 
Contoh: CREATE INDEX nama_pegawai_idx ON pegawai(nama);

B-Tree Index memiliki sub-tipe sebagai berikut:

  • Index-organized tables: Pada index-organized table, rows dimasukkan kedalam index yang di definisikan pada primary key table.
  • Reverse key indexes: Index yang digunakan untuk data yang sangat beragam(unik) atau increment.
    Contoh: CREATE INDEX nomor_ktp_idx ON biodata (nomor_ktp) REVERSE;
  • Descending indexes: Index yang memasukan data ke dalam kolom tertentu dalam urutan menurun.
  • B-tree cluster indexes: Index ini digunakan untuk mengindeks table cluster key.
  1.  Bitmap dan bitmap join index

Index yang biasa digunakan untuk kolom yang memiliki sedikit nilai yang unik, seperti jenis kelamin, agama, atau status perkawinan. Index ini biasa digunakan untuk point ke multiple rows.  
Contoh: CREATE BITMAP INDEX jenis_kelamin_idx ON biodata (jenis_kelamin);

  1.  Function-based indexes

Selain melakukan index terhadap kolom, seperti kolom Nama misalnya, maka Anda juga dapat meng-index suatu kolom yang berbasis fungsi, misalkan fungsi UPPER. Function-based index akan memberikan kesempatan bagi Oracle optimizer beberapa pilihan ketika memilih execution path.
Contoh: CREATE INDEX total_gaji_idx ON penggajian (gaji_pokok + bonus);

  1.  Partitioned indexes

Anda dapat menggunakan partition index untuk mendukung partitioned tables atau untuk menyederhanakan index managementIndex partition dapat bersifat lokal bagi partisi tabel atau dapat pula bersifat global yang berpengaruh pada seluruh tabel.

  1.  Text indexes

Anda dapat meng-index nilai text untuk mendukung peningkatan pada kemampuan pencarian, seperti pencarian frase dan lain sebagainya. Text indexes merupakan himpunan dari tabel dan index yang dipelihara oleh Oracle untuk mendukung pencarian teks yang sangat kompleks. Oracle Database 10g menawarkan peningkatan pada text indexes yang mana menyederhanakan proses administrasi dan pemeliharaannya.

Menghapus index

Index tidak dapat dimodifikasi. Kita harus menghapusnya terlebih dahulu dan menciptakannya kembali. Kita dapat menghapus definisi index dari data dictionary dengan perintah DROP INDEX.

Contoh: DROP INDEX employee_last_name_idx;

Selain menerapkan index pada tabel, kita bisa melakukan optimasi pada query, melakukan I/O Tuning, dan tentunya maintenance pada sisi database. Ingin mempelajari lebih lanjut? Anda bisa mengikuti training SQL Tuning dan Performance Tuning yang disediakan oleh PT Inovasi Informatika Indonesia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *